Sabtu, 05 Januari 2013

BULAN NABI (serial kaligrafi)




Sebentar lagi Rabi'ul Awwal, bulan yang diagungkan karena didalamnya tertulis dalam dalam sejarah sebagai bulan di mana seorang manusia teragung lahir, yakni Baginda Muhammad SAW.

Untuk mencintainya, tak perlu kita penasaran dengan wajah dan rupa beliau, karena ajaran kita memang tak boleh mengkultuskan hanya dari sekedar gambaran fisiknya. Tauladan dan akhlaqnyalah yang perlu kita contoh. Sunah-sunahnyalah yang wajib kita tiru.

Agar lebih mengenalnya lebih dekat, perlulah kita belajar dan membaca sejara-sejarah tentang perjuangannya, sehingga kita mendapat ibrah (pelajaran) atasnya.

Allahuma shali alaa Muhammad.....!








(From many sources of Kaligrafi)



MUHAMMAD - SANG IKON SEJARAH






MUHAMMAD
Shalallahu ‘Alaihi Wa salam
===============


Menjelang purnama Rabiul ‘awwal, rasa ini begitu membuncah,
rindu akan kehadiranmu, Wahai Al-Amin Kekasih Allah
jarak kita ribuan warsa, namun kisahmu begitu lekat,
seakan kami dapat hadir dalam majelismu, bersama shahabat
 dapat menikmati reriungan bersama keluargamu
walau, seakan kami pun dapat merasakan kepedihan dan penderitaanmu
perih dan sakitnya atas perlakuan umatmu, di kala itu


Duhai Lelaki Yang Keagungan Asmanya Menggetarkan Jabal Uhud,
betapa kami menjadi saksi sejarah dan mengaminimu
atas keluhuran akhlaqmu, atas keteguhan imanmu
yang dengan perjuanganmu hingga mampu
mencabik-cabik kejahiliyahan, dan meluruskan ketauhidan,
yang memuliakan para hawa, dan meninggikan martabat manusia


Namun sampai kini pun, Wahai Lelaki Pembuka Pintu Surga
masih banyak kaum yang berpaling darimu
ketika keretakan pikiran kaum Barat begitu payah, tak mampu
menangkap dan mencerna risalahmu, dan senantiasa melihat ajaranmu
sebagai budaya barbar, hina, rendah




Lantas, Wahai Yang Menyukai Warna Merah,
akankah kau ijinkan kaummu menjadi tak santun dan beringas
tatkala menyaksikan provokasi dari para kaum kafirin itu
yang tak pernah henti melontarkan fitnah keji terhadaapmu
mengolokmu dengan gambar kartun tak bernas
menyebutimu dan mencacimu dengan nama tak pantas
menghakimimu dan menghinakanmu dengan sebutan culas
sehingga kami, kaummu menjadi mendidih, panas


Ataukah, Wahai Lelaki Yang Senyumnya Seindah Purnama
kau tetap tersenyum dan membalasnya dengan lantunan doa penuh kasih
seperti yang pernah kau lakukan ketika menanggapi
ejekan pengemis tua Yahudi yang setiap hari mencacimu
dengan mulutnya yang kasar dan keji
tapi kau balas dengan perlakuan istimewa
dengan suapan lembut dan penuh iba


Walau, Hamba Yang Asmanya Terukir di Al-Arsy,
tanpa ragu, sebahagian dari mereka pun mengakui kebesaran namamu
mentasbihmu sebagai Lelaki Ikon Sejarah,
sebagai Manusia Paling Berpengauh di Jagat
sebagai Tokoh Dengan Kecerdasan Sempurna


Wahai Kekasih Allah Yang Wajahnya Penuh Keagungan,
Yang Namanya Digemakan dari Maghrib Hingga Madrid
apakah yang akan kau sampaikan kepada sebagian dari kami
yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang sia-sia
yang lebih banyak bergunjing daripada berzikir
lebih banyak mengeluh daripada berikhtiar
lebih sering marah daripada istighfar
lebih sering menuntut daripada berbagi
dan yang lebih sering mengagumi diri mereka
dengan memajang wajah-wajahnya di media-media,
daripada bershalawat atasmu


Wahai Lelaki Yang Bertelapak Tangan Selembut Sutera dan Seharum Misik
apakah yang akan kau sampaikan kepada anak-anak kami
manakala begitu banyak godaan, tantangan yang mereka harus hadapi
pada kehidupan mereka kelak
akankah mereka tetap mengingatmu, mencintaimu, mengidolamu,
merindumu dengan senandung shalawatnya
yang bersahaja dan ikhlas
seperti rasa kami di keheningan
menjelang maulidmu, di malam ini
“Allahuma shali ala Muhammad
wa alaa ali wa shahbihi aj’maiin”


(Terinspirasi dari : 
Biografi, Buku, Risalah, Novel tentang Nabi Muhammad SAW, oleh : 
Karen Armstrong, Annie Bessant, Michael Hart, Thomas Charlyle, Marcus Dodd, Tasaro GK, Nazane Luke)