Rabu, 14 September 2011

ALPAM’S BACK-PACKING TO BADUY ( part 2 )

RUTE KE BADUY

Untuk perjalanan ke Baduy, kami harus menggunakan beberapa moda-transportasi. Pukul 07.30 kami berkumpul di rumah Mr. Darman di Stasiun Rawabuntu, sekaligus sebagai base-camp. Dari stasiun Rawabuntu kami naik kereta ke Rangkasbitung dan tiba di sana sekitar pukul 10.30. Kemudian dilanjutkan dengan naik angkot ke Lebak (???). Sambil menunggu mobil carteran, kami beristirahat sekaligus makan siang di sekitar terminal. Menunya sederhana, tapi mantap luar biasa. Maklum dalam kondisi starving alias lapar berat.



Perjalanan dilanjutkan dengan naik mobil Elf ¾ yang kami-carter. Setelah menempuh waktu kira-kira dua jam perjalanan, dengan medan yang lebih meliuk dibanding ke Puncak, dan lebih seru dibanding rute Paris-Dakkar (soalnya belum pernah ke sana, siihh), maka kami sampai di sebuah desa yang merupakan perbatasan dan gerbang menuju ke kampung Baduy Luar dan Dalam.



Untuk menuju ke Kampung Baduy, kami harus berjalan kaki kurang lebih selama dua setengah jam (OMG : dua setengah jammmm) dengan naik-turun tiga-empat bukit, menyeberangi sembilan sungai dan beberapa jembatan bambu, keluar-masuk beberapa perkampungan Baduy Luar, belasan kelokan jalan pintas di tengah hutan, dan beberapa sawah dan ladang.
Bisa kebayang kondisi dengkul dan kaki ini. Karena memang hanya itu satu-satunya sarana untuk menuju ke sana, dan memang harus dengan berjalan. Jadi jangan berharap ada ojek ke kampung itu, apalagi ngarepin taxi lewat ##@%^&**$???!!!



Dan akhirnya…., alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah!! Kira-kira jam lima kurang kami sampai juga ke Kampung Cibeo, salah satu dari tiga kampung di Baduy Dalam / Baduy Kajeroan. Dua kampung lainnya adalah Cikawartana, dan Cikeusik.
Jarak Kampung Cibeo – Jakarta adalah sekitar 120 km. (Gak percaya, bawa meteran-ukur sendiri!!)
Kampung-kampung di Baduy terletak di ketinggian 500-1.200 meter di atas permukaan laut (gak percaya juga…????) dan berada di Pegunungan Kendeng yang merupakan daerah hulu Sungai Ciujung.



Di sana kami di tampung di salah satu warga Cibeo, namanya Bapak Sarminah. Di rumah beliaulah, selama satu sore-satu malam itu kami tinggal, mengamati, menikmati dan merasakan sendiri kehidupan di sebuah kampung Baduy. Sebuah kampung terpencil, di tengah hutan dan jauh dari peradaban modern.


KEHIDUPAN A LA BADUY

Kami merasa takjub, kagum dan salut dengan saudara-saudara kita warga Baduy ini. Mereka begitu bersahaja dan sederhana. Hidup mereka begitu damai.

Di tengah-tengah kehidupan modern yang sangat hedonis dan materialistis, mereka mampu dan tetap mempertahankan adat-istiadatnya, utamanya dalam merawat dan memelihara alam.
Bayangkan, mereka hidup dengan tanpa fasilitas yang  menurut kita merupakan standar pokok dan wajib ada.



Ø  Di sana tidak lampu, tidak ada listrik (apalagi TV), tidak ada telepon (boro-boro wi-fi), tidak ada sumur, tidak ada kamar mandi, tidak ada WC, tidak ada perabotan-perabotan rumah tangga, dll.
(FYI : kami dijamu dengan air yang sangat segar yang disuguhkan di gelas bambu, karena gak ada gelas kaca apalagi mug, dan konon air itu diambil di sungai – tempat kami mandi, cuci, and pissss)
Ø  Tidak boleh merokok, waktu mandi tidak boleh pakai sabun, tidak boleh menggunakan wewangian, tidak boleh memotret, dll.
Ø  Mereka tidak memakai alas kaki, tidak makan daging (kecuali pada waktu upacara adat), mereka pantang naik kendaraan, dll.

Jadi kalau malam, di kampung ini gelap gulita. Di dalam rumah pun hanya ada setitik pelita dari minyak kelapa. Tak ada suara, tak ada kegaduhan.
Bintang-bintang di langit nampak dekat dan nyata. Rasi-rasi bintang begitu jelas. Suatu hal yang mustahil kita saksikan di langit Jakarta.



Masyarakat Baduy, memiliki kepercayaan dengan nama Sunda Wiwitan. Mereka mempunya filosofi sederhana :

”Pondok teu meunang disambung, nu lojor teu meunang dipotong”
(yang pendek tak boleh disambung dan yang panjang tak boleh dipotong).
Maknanya, masyarakat Baduy pada dasarnya menerima alam sebagaimana adanya.

ALPAM’S BACK-PACKING TO BADUY ( part 1 )

KOMUNITAS BACK-PACKING AL-AZHAR (KOBAR)

Pada hari Senin-Selasa, tanggal 5 - 6 September 2011 yang lalu, kami beberapa guru & karyawan SD Islam Al-Azhar 15 – Pamulang (lebih keren dengan sebutan ALPAM), mengadakan petualangan ke kampung Baduy. Momen ini sekaligus menandai terbentuknya komunitas back-packing Al-Azhar (ALPAM khususnya).



Kegiatan backpacking seringkali diartikan sebagai sebuah kegiatan wisata dengan melakukan suatu perjalanan dengan berbiaya rendah tetapi mengasyikkan, dengan tanpa dibatasi formalitas seperti ketika kita mengikuti touring bersama travel agent.

Kegiatan back-packing yang diadakan bukan sekedar ingin berhura-hura atau bersenang-senang semata, tetapi secara religi, mempunyai muatan ingin lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta (ceilee…), sekaligus kegiatan tadabur dan semangat ingin lebih mengenal alam, budaya, masyarakat. serta kehidupan di tempat lain. Dengan demikian, kita akan lebih merasa dekat dengan alam ciptaan Allah, dan memahami budaya lain, serta terjalin ukhuwah dengan masyarakat dari daerah yang kita kunjungi.


PETUALANGAN PERTAMA : KE BADUY DALAM

Petualang pertama ini sebenarnya merupakan pelampiasan “kesepian” dari beberapa teman yang selama libur lebaran ini bingung mau kemana. (hihihii… makanya ikut pulang kampung, biar gak pada BETE!!)



Beberapa hari pasca lebaran, dan masih eneg dengan sensasi lebaran yang mundur, maka pada waktu mereka bersilaturahim ke rumah, kami dan beberapa teman merencanakan petualangan pertama ini. Setelah berdiskusi dengan panas dan seru, dan menghabiskan beberapa gallon es sirup, bertoples-toples kacang, serta bermangkuk-mangkun mie rebus (Heheheee.. gak bermaksud nginget-inget jamuan bertamu ya. Tapi biar keliatan seru aja!), maka diskusi memutuskan back-packing pertama ini ke daerah Baduy.

Akhirnya, dengan persiapan yang pas-pasan, kami berdua-belas pun nekat mengadakan perjalanan tersebut. Di saat penduduk planet Indonesia tengah berjuang – bermacet – berebut jalan agar bisa kembali ke belantara Ibukota, kami dengan ngos-ngosan menjelajah hutan dan merangkak menaiki bebukitan kayak orang kurang kerjaan dan gak punya utang (pede aja man!!)



Siapakah petualang-petualang amatiran tersebut?
Here we are : Mr. Darman, Mr. Ferry, Mr. Iwo, Mr. Hilman, Mr. Fahmi, Mr Aldo and friend, Mr. Rohmani, Mr. Akim, and me-myself Mr. Yanto. (plus guide-nya lupa namanya)
Tapi yang gak kalah semangatnya adalah Mr. Rohim ??? (suami Mrs Rini). Meskipun sudah terlambat karena ketinggalan kereta, beliau nekat mengejar-ngejar kereta demi ambisi supaya bisa ikut berpetualang dan ingin merasakan tidur di kampung Baduy. 
 Dengan mengendong putrinya (Sevilla, peserta termuda, dan satu-satunya yang mewakili kelompok perempuan) beliau akhirnya dapat menyusul kami di stasiun Rangkasbitung. Rrruarrr biasssaa, hebat.. hebat…!! (Bravo Sevilla!)

Rabu, 31 Agustus 2011

LEBARAN ANEH DI INDONESIA



Satu bulan melalui Ramadhan, akhirnya tiba juga waktu di ujung senja pergantian bulan. Sebagai penanda akan berlalunya Ramadhan dan menjelangnya awal bulan Syawal, hari perayaan kemenangan manusia beriman melawan nafsu dan godaan. Tidak banyak yang menyadari bahwa 11 bulan berikut inilah peperangan melawan godaan dan hawa nafsu yang sebenarnya, Ramadhan hanya sebagai bulan latihan, itulah kenapa semua ahli agama sepakat bahwa parameter takwa tidak dapat dilihat di akhir Ramadhan, tapi terlihat di 11 bulan berikutnya.

Diluar semua itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, gegap gempita menyambut lebaran semakin tahun semakin terasa meriah. Adalah pemandangan yang biasa jika kita menjumpai keadaan pasar yang semakin ramai dan semakin ramai lagi menjelang lebaran. Bapak-bapak mulai mengrenyitkan dahi melihat daftar belanja istrinya, dan ibu-ibu semakin hari menjadi semakin sibuk dan sedikit bingung karena segala persiapan terasa kurang, tidak perduli dan tidak menyadari dengan terlalainya Ramadhan, semua digiring dalam euforia lebaran, baju baru, kue-kue, dan segudang perangkat kemeriahan lainnya.

Tapi ada yang tidak biasa dengan lebaran di tahun ini, wa bil khusus di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini. Keanehan dan kelucuan terus tampil baik dari para pemuka agama dan masyarakat awam. Berikut beberapa yang terlihat di media maupun dari pengalaman pribadi labaran ini:
Entah dimana letak salahnya, pemerintah menerbitkan kalender tahun 2011 dengan warna merah di tanggal 30-31 Agustus sebagai tanggal 1-2 Syawal 1432H atau hari libur lebaran idul fitri. Tapi ketika waktu bergulir ke tanggal itu, pemerintah sendiri yang menyangkal dengan menggeser hari lebaran ke tangal 31 Agustus.  Masih pula di sangkal bahwa itu tidak masalah, toh 31 Agustus juga tanggal merah. Sementara Muhammadiyah yang sedari awal Ramadhan telah kukuh mengumumkan bahwa 1 Syawal tiba di tanggal 30 tetap mempertahankan pendapatnya.

Perbedaan, tentu bukan sekali ini terjadi. Tapi pembatalan tanggal merah lebaran sepertinya baru kali ini. Banyak, kalau tidak bisa dikatakan hampir semua rakyat Indonesia telah yakin bahwa di tanggal 30 Agustus itulah akan berlebaran karena memang pemerintah telah memberi warna merah di tanggal tersebut. Cerita massal tentang saudara-saudara kita yang kecele, sudah kadung masak dan siap takbiran tapi urung lebaran menjadi kelucuan tersendiri. Banyak yang tidak menyangka bahwa mereka harus bengun sahur dan puasa 1 hari lagi sementara kue dan opor telah pula siap di meja makan.

Muhammadiyah, lagi-lagi dituding sebagai provokator semua ini, padahal kalau dilihat yang berlebaran hari Selasa tanggal 30 Agustus ini bukan hanya Muhammadiyah. Hizbut Tahrir misalnya, bahkan banyak pesantren non Muhammadiyah dan non Nu memilih lebaran tanggal 30. Padahal kehebohan ini sedikit banyak diciptakan pemerintah sendiri, padahal lagi di dunia ini, hanya 4 (empat) negara saja yang pemerintahnya menetapkan berlebaran di hari Rabu, yaitu Indonesia, Selandia Baru, Oman dan Afrika Selatan. Sumber lain menyebutkan Tanzania juga berlebaran hari Rabu.

Pasar tradisional 30 Agustus 2011. Pagi-pagi keadaan begitu sepi seperti suasana lebaran, hanya beberapa pedagang terlihat membuka toko. Dan tidak diduga tidak dinyana, semakin siang pasar kembali ramai seperti keadaan pasar sebelum lebaran.  Ada lagi yang menggelar daging, ayam dan kebutuhan lebaran lainnya. :-)
Dan kabar awam yang menjadi korban kebingungan pun terdengar. “Saya terpaksa membatalkan puasa karena sekeliling saya sudah tidak ada lagi yang berpuasa, karena katanya puasa di hari lebaran itu haram” Tulis seorang teman di dunia maya. Padahal ketika ditanya kapan mereka akan belebaran, dengan yakin dia menjawab akan sholat ied besok pagi. Inikah pendewasaan umat seperti yang disebut pemuka negeri ini? Heh..!

Di level atas, para pemuka agama menghimbau masyarakat untuk tidak gontok-gontokan, untuk dewasa dalam bersikap, mengutamakan dialog dalam mengambil keputusan. Tapi lain yang dihimbaukan, lain pula yang mereka pertontonkan. Suasana sidang isbat yang berlangsung sedikit panas bisa disaksikan semua masyarakat. Diluar itu ketika keputusan telah diambil, masing-masing bicara di media mengunggulkan sistem hitungan yang mereka gunakan. Bahkan beberapa orang yang sudah melihat hilal pun ditolak (nampaknya para pemuka ormas itu lupa sejarah pada jaman Rasulullah tentang kisah orang Baduy) 

Penampakan hilal adalah hal yang sangat vital dalam menentukan awal tiap-tiap bulan dalam kalender Hijriah. Wabil khusus untuk menentukan tanggal 1 Syawal.

Menurut sejumlah lembaga internasional yang memantau penampakan bulan pada Senin, 29 Agustus 2011 dengan menggunakan berbagai perangkat teknologi yang reliable dan precise, keberadaan bulan sudah terlihat di ufuk timur pada Senin sore dan petang.

Islamic Crescents' Observation Project, misalnya, telah mengeluarkan peta dunia yang memperlihatkan kedudukan hilal pada Senin malam. Dengan demikian, menurut organisasi ini, tanggal 1 Syawal jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011.

Begitu juga dengan Moonsighting.Com yang seperti ICO Project berusaha membantu umat Muslim di dunia mendekati urusan intip-mengintip hilal dengan penerapan teknologi canggih.

Dalam laman Moonsighting.Com disebutkan bahwa hanya ada empat negara yang merayakan Lebaran pada hari Rabu, 31 Agustus 2011. Keempat negara itu adalah Indonesia, Selandia Baru, Oman, dan Afrika Selatan. Kesemuanya mengandalkan pada pengamatan hilal di level lokal.

Sementara itu, negara-negara lain yang memiliki umat Islam dalam jumlah signifikan merayakan Lebaran di hari Selasa. Kebanyakan dari kelompok negara-negara ini mengikuti keputusan Saudi Arabia yang menggunakan teknologi canggih dalam memantau penampakan hilal, yakni negara-negara Eropa, negara-negara di jazirah Arab. Selain itu ada tiga negara yang menetapkan 1 Syawal dengan menggunakan metode hisab. Ketiganya adalah Amerika Serikat, Libya dan Malaysia.

Kembali ke Indonesia. Setelah sidang yang heboh itu, ada banyak saudara kita yang tidak lagi mau meneruskan puasa padahal tidak pula yakin bahwa lebaran telah tiba. Ada juga berita tentang kisruh sebelum sholat ied antara warga yang berbeda pendapat mengenai jatuhnya 1 syawal. Tampaknya masalah ini yang lebih penting untuk dibesar-besarkan di media dari pada terus menampilkan perselisihan pemuka agama, supaya terjadi pendewasaan dan penyadaran massal untuk menyikapi perbedaan, tidak hanya dari sudut toleransi tapi juga dari sisi syariah.

Yang pasti, walaupun pemerintah ragu-ragu dan bimbang untuk menetapkan Idul Fitri, tapi kami dengan tanpa ragu, memohon maaf dan menyampaikan salam :
Selamat Idul Fitri, kapanpun anda merayakannya..
Taqobalallohu minna wa minkum.. Minal aidhin wal faizin!!
Mohon dimaafkan lahir dan batin.
( some sources )

Senin, 29 Agustus 2011

FOTO UNIK PULANG KAMPUNG

Ingin mudik asik? Banyak caranya ...

 1. NAIK  EMPRIT AIR

 2. OJEK BERJAMAAH


 3. NAIK SEPUR

 4. IKUT TRUK

5. ATAU MUDIK BARENG SUPER-HERO




Ok, deh. Apapun cara pulangnya, yang penting slamettt!! Selamat berlebaran di kampung buat yang mudik. Buat semua saudara kaum muslimin kami mengucapkan : taqabalallahu mina wa minkum, minal aidhin wal faizin. Semoga ibadah Ramadhan kita tahun ini diterima Allah SWT. Dan kita termasuk golongan orang yang muttaqien. Amin!!





Kamis, 25 Agustus 2011

SELUK BELUK AGAMA ISLAM

Sebagai seorang muslim, banggakah kita dengan status sebagai seorang Islam?

Banyak orang yang masih meragukan tentang kebenaran agama Islam ini, bahkan tak terkecuali adalah mereka yang telah mengaku sebagai muslim. Untuk itu, untuk lebih memantapkan keyakinan kita, makanya kita perlu mengetahui beberapa fakta menarik tentang agama Islam, seperti  di bawah ini :

1. Nama “Muhammad” adalah nama yang paling populer di seluruh dunia (dengan segala versi dialek : Mahomed, Mohammed, dll). Dan nama "Muhammad" menempati urutan nomor dua di negara Inggris untuk nama bayi laki-laki ( urutan pertama ditempati oleh nama ‘Jack’ )

2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropa yang 90% penduduknya beragama Islam

3. Kata-kata berikut ini diserap dari bahasa Arab : Algebra, Zero, Cotton, Sofa, Rice, Candy, Safron, Balcony, bahkan ‘Alcohol’ juga berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang mempunyai arti bubuk

4. Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an menggambarkan pentingnya persamaan hak antara pria dan wanita ( secara perhitungan matematik ). Kata “Pria” dan “Wanita” di dalam Al-Qur’an sama-sama berjumlah 24

5. Tidak ada apa-apa di dalam Ka’bah, termasuk tidak ada benda-benda yang dikeramatkan, atau benda penting lainnya. Karena sesungguhnya, umat Islam tidak menyembah Ka'bah atau benda apapun ketika sedang sholat. Arah kiblat / Ka'bah hanya hanya sebagai pemersatu belaka.

6. Islam merupakan agama yang pertumbuhannya paling cepat di dunia (fastest growing religion). Dan  menurut banyak sumber, diperkirakan akan menjadi agama nomor 1 pada tahun 2030

7. Umat Hindu percaya bahwa di dalam Ka’Bah ada salah satu dari Tuhan mereka yang bernama ‘Shiva Lingam‘

8. Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji hanya 2 kali dalam hidupnya.

9. Jikalau sekarang Al-Qur’an dihancurkan, maka versi arab dari Al-Qur’an akan segera di-recover oleh jutaan muslim, yang disebut Huffaz yang telah menghafalkan kata-kata di dalam Al-Qur’an dari mulai awal sampai dengan akhir ayat.

10. Nama original dari kota suci Madinah adalah “Yasthrib"

11. Pemeluk Islam bertambah 2,9% per tahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% per tahun.

12. Berdasarkan data dari Departmen Pertahanan Amerika Serikat. Dari 1,4 juta prajurit di militer Amerika, diperkirakan ada sekitar 3.700 yang beragama Islam ( Muslim ).

13. Agama Islam menyebar ke bumi Nusantara ketika Nabi Muhammad masih hidup.

14. Sebanyak 8 juta orang Muslim yang kini ada di AS dan 20.000 orang AS masuk Islam setiap tahun setelah peristiwa 9/11

15. Jasad Nabi Muhammad pernah ingin dicuri 2 kali, namun keduanya gagal dan salah satu pencuri dihilangkan oleh Allah dari bumi

16. Jasad Firaun (Ramses II) yang tenggelam di laut merah, Baru ditemukan
oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. setelah 3000 tahun berada di bawah tanah dan pasir

17. Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang bisa dihafal jutaan manusia (Hafidz/penghafal Al Qur’an) sehingga keaslian/kesuciannya selalu terjaga.

18. Jika agama lain bisa punya lebih dari 4 versi kitab suci yang berbeda satu dengan lainnya, maka Al Qur’an hanya ada satu dan tak ada pertentangan di dalamnya:

19. Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi yang berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), radiasi tersebut menembus planet mars dan masih berlanjut. peneliti mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.




20. Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air.

21. Shalat yang pertama dilakukan oleh Rasulallah Saw menghadap Masjidil Haram adalah shalat Ashar bersama para sahabat, setelah sebelumnya berkiblat ke Masjidil Baitul Maqdis selama enam belas bulan.

22. IBRAHIM adalah "Bapak" dari tiga agama besar, yakni "Judaisme", "Nasrani", dan "Islam".

23. Malaikat tidak terhitung jumlahnya dan hanya Allah yang mengetahuinya.

24. Islam, berarti "submisi" atau "menyerah" kepada satu Tuhan, Allah. "Islam" juga berasal dari kata "salam", "perdamaian" dan yang kedua dalam arti "berserah diri". demikian, arti dari "Islam" adalah "kedamaian yang sempurna yang datang bila kita hidup berserah diri kepada Allah".

25. Rasulullah pernah membelah bulan menjadi 2 bagian, dengan hanya menunjuk bulan dengan jarinya. diabadikan Allah dalam al-Qur'an surah Al-Qamar ayat 1: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah."

26. sebelum Nabi Ibrahim menginjakkan kakinya ke tanah Makkah sudah ada bangunan Ka'bah yang telah dibangun oleh malaikat dan generasi
sebelum Nabi Ibrahim as. Hal itu dapat dipahami dari kata "Yarfa'u" meninggikan berarti meninggikan bangunan yang sudah ada.

27. Aliran sesat di Indonesia dalam rentangan waktu selama 6 tahun saja (2001 – 2006) telah mencapai angka 250 aliran.

28. Rasulullah menyebutkan ada 73 golongan dalam islam, dan hanya 1 yang akan masuk jannah yaitu "Al Jama’ah".

29. Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis, namun ingatannya sangat kuat dan sangat cerdas.

30. kata2 terakhir Nabi Muhammad sebelum wafat adalah "Ummatii … ummatii … ummatii" yang mengungkapkan betapa besar cintanya kepada umatnya.

31. Selama 23 kali perang semasa Rasulullah memimpin, hanya sekali kekalahan yang di derita kaum muslimin, yakni, perang uhud

32. Musa A.S adalah nama yang paling sering disebut dalam Al-Qur'an, sedangkan maryam adalah satu2nya nama perempuan yang disebut dalam Al-Qur'an.

33. Al-Qur'an adalah buku terlaris di benua eropa.

34. Semua anak Nabi Muhammad, yakni, Al-Qasim,Abdullah dan Ibrahim, meninggal kurang lebih pada usia 2 tahun. Allah sengaja memanggil mereka lebih awal agar kaum muslimin tidak mengangkat mereka menjadi rasul yang baru.

35. Imam Ali bin Abi Thalib adalah satu-satunya orang yang pernah lahir di dalam Ka’bah.

36. Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.

37. Al Khowarizmi (matematika), Jabir Ibn Hayyan (kimia), Ibnu Khaldun (sosiologi dan sejarah), Ibnu Sina (kedokteran), Ar Razi (kedokteran), Al Biruni (fisika), Ibnu Batutah (antropologi) adalah contoh dari ratusan cendikiawan muslim yang menjadi rujukan dalam ilmu pengetahuan modern.

38. Hijir Ismail ini dahulu merupakan tempat tinggal Nabi Ismail, disitulah Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya dan kemudian menjadi kuburan beliau dan juga ibunya.

39. Maqom Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana dugaan atau pendapat sebagian orang. Maqom Ibrahim adalah batu pijakan pada saat Nabi Ibrahim membangun Ka'bah.

40. pasukan Salib datang ke Timur ketika Khalifah Bani Abbas berada dalam masa kemunduran. Tak diduga, banyak anggota pasukan Salib tertarik kepada Islam dan kemudian menggabungkan diri dengan pasukan Salib lainnya. Thomas Arnold, dalam Al Da'wah ila Al Islam, menyebutkan bahwa mereka masuk Islam setelah melihat kepahlawanan Salahuddin sebagai cerminan ajaran Islam.

(many sources) 

Rabu, 17 Agustus 2011

HARI ISTIMEWA : NUZULUL QUR'AN & HUT RI KE 66

"Maka .. nikmat Tuhanmu yang manakah yang kalian dustakan?" (QS : Ar Rahman)


Sungguh pada hari ini, Rabu 17 Agustus 2011 M., yang bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan 1432 H. merupakan hari yang sangat spesial bagi umat Islam Indonesia, karena pada hari ini dua hari besar kita peringati.


Berabad yang lalu..., pada tanggal 17 Ramadhan, Rasulullah mendapat wahyu sekaligus perintah - melalui Malaikat Jibril - untuk MEMBACA : Iqra'... Iqra'!! Bacalah, wahai Muhammad! Pada moment tersebut merupakan tonggak bersejarah, karena petikan surat tersebut  merupakan awal turunnya Al Qur'an, sebuah kitab suci yang merupakan bacaan, tuntunan sekaligus 'way of life' bagi umat Islam, yang mampu menyelamatkan kehidupan umat muslim, baik kehidupan di dunia sampai akhirat kelak.





Pada tanggal 17 Agustus, 66 tahun yang lalu, Bung Karnoi, salah satu pejuang bangsa juga MEMBACA sebuah maklumat proklamasi yang mendeklarasikan tentang kemerdekaan bangsa Indonesia. Yang menyatakan kepada seluruh dunia, bahwa mulai tanggal tersebut bangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka, bangsa yang telah terlepas dari belenggu penjajah.


Dua peristiwa yang menekankan tentang MEMBACA - belajar. Dan kalau kita tilik, bahwa pada hari ini merupakan sebuah kebetulan yang istimewa, sebagai bentuk rasa cinta Allah SWT kepada bangsa Indonesia. Dan seperti yang sudah Allah katakan dalam Surat Ar Rahman di atas. Allah telah memberikan nikmat yang sangat banyak kepada bangsa Indonesia, maka nikmat mana yang sesungguhnya perlu kita dustakan?

Dengan kasih sayang dan banyaknya nikmat Allah tersebut seharusnya kita harus makin bersyukur. Termasuk mensyukuri nikmat kemerdekaan ini, sehingga kita lebih taqwa kepada-Nya, khususnya di bulan Ramadhan ini. Amin, ya Rabb!


( compiled from speech when I was an inspector of funny ceremony with warm family of ALPAM  )



Rabu, 10 Agustus 2011

RAMADHAN DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA

Masihkah tahun depan kita bisa bertemu dengan Ramadhan? Inilah suasana Ramadhan di seluruh dunia .... (sumber : English-AlJazeera.net)

Ramadan is the ninth month on the Islamic calendar when millions of Muslims worldwide fast from dawn to sunset. Ramadan, which changes each year depending on the moon, began this year on August 1. The breaking of the fast each day is called the Iftar, when families and communities gather to feast together. The meal starts with the eating of a single date, a tradition that originated with the Prophet Muhammad.
1) A Muslim man in Indonesia looks at the moon through a telescope on July 31, one day prior to the start of Ramadan [Aman Rochman/AFP]

2) A man at Cairo's al-Azhar mosque attends the evening prayer, named 'Taraweh', which marks the beginning of the month of Ramadan [Amr Abdallah Dalsh/Reuters]

3) Palestinians get ready for the month of Ramadan at occupied Jerusalem's al-Aqsa mosque compound, one of the world's holiest sites for Muslims [Ahmad Gharabli/AFP]

4) Pakistani farmers carry harvested dates in a palm orchard in Rajankot, near the city of Hyderabad, in preparation for Ramadan. Pakistan is the world's fourth largest producer of dates, which are generally used to break the fast during Ramadan each day [Yousuf Nagori/AFP]

5) Women in Nigeria prepare food for sale on the first day of Ramadan in the Utako district of the capital Abuja [Afolabi Sotunde/Reuters]

6) Saudis buy and sell dates on the eve of Ramadan at a market in Riyadh [Fayez Nureldine/AFP]

7) Tunisians buy bread on the first day of Ramadan at a market in the capital Tunis [Fethi Belaid/AFP]

8) Filipino girls arrive for prayer inside a mosque near the capital Manila [Jay Directo/AFP]

9) The shadow of a Palestinian boy reading the Quran on a wall at the al-Omari mosque in Gaza City on the first day of Ramadan [Ali Ali/EPA]

10) Pakistanis pray before their Iftar (fast breaking) at the Dervesh Mosque in Peshawar [A Majeed/AFP]

11) Women in Jakarta attend a mass prayer session marking the start of Ramadan at the Istiqlal mosque [Supri/Reuters]

12) A Malaysian boy reads from the Quran inside a mosque in Kuala Lampur [Mohd Rasfan/AFP]

13) Indonesian men take a rest as they wait for a prayer time on the first day of Ramadan at the Istiqlal mosque in Jakarta [Adek Berry/AFP]

14) A boy takes part in prayers at Strasbourg's new Grand Mosque [Vincent Kessler/Reuters]

15) An Afghan man makes sweets in a shop in Kabul in preparation for Ramadan [Shah Marai/AFP]

16) A shop in Paris sells traditional North African sweets in preparation for Ramadan [Miguel Medina/AFP]

17) A rebel fighter prays before breaking the fast at the front line near the Libyan town of Zlitan on the first day of Ramadan [Darren Whiteside/Reuters]

18) A Yemeni man fires a cannon to mark the end of the first fasting day of Ramadan in the southern city of Taiz [EPA]

19) Anti-government protesters attend the Iftar meal in Sanaa, Yemen, on the first day of Ramadan [Yahya Arhab/EPA]

20) People in Turkey break their first day of fasting for the Muslim holy month of Ramadan with free meals distributed by the municipality in downtown Istanbul [Mustafa Ozer/AFP]

21) A Palestinian boy in Gaza City plays with fireworks to celebrate the beginning of Ramadan [Ali Ali/EPA]

22) Kashmiris perform ablutions near a fountain at the landmark Jamia Masjid during Ramadan in Srinagar [Tauseef Mustafa/AFP]

23) People buy food for Iftar at Chakbazaar in Dhaka, Bangladesh [Andrew Biraj/Reuters]

24) Women break fast at King Fahad mosque in Los Angeles [Lucy Nicholson/Reuters]

25) A man enters a mosque for evening prayers in Moscow [Denis Sinyakov/Reuters]
Source:
Agencies